Jumat, 31 Oktober 2014

ETIKA PROFESI AKUNTANSI

Nama   : Agita Widianti
NPM   : 20211314
Kelas   : 4EB05

ETIKA PROFESI AKUNTANSI

Etika berasal dari bahasa Yunani ‘ethos’ yang berarti adat istiadat/ kebiasaan yang baik Perkembangan etika yaitu studi tentang kebiasaan manusia berdasarkan kesepakatan, menurut ruang dan waktu yang berbeda, yang menggambarkan perangai manusia dalam kehidupan pada umumnya. Etika disebut juga filsafat moral yaitu cabang filsafat yang berbicara tentang praxis (tindakan) manusia. Etika tidak mempersoalkan keadaan manusia, melainkan mempersoalkan bagaimana manusia harus bertindak.

Pengertian Etika menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1995)  Etika adalah nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat. Sedangkan  Maryani & Ludigdo (2001) mendefinisikan Etika adalah seperangkat aturan atau norma atau pedoman yang mengatur perilaku manusia, baik yang harus dilakukan maupun yang harus ditinggalkan yang di anut oleh sekelompok atau segolongan masyarakat atau profesi.

Faktor- faktor yang mempengaruhi pelanggaran etika adala kebutuhan individu, tidak ada pedoman, perilaku dan kebiasaan individu yang terakumulasi dan tak dikoreksi, lingkungan yang tidak etis dan perilaku dari komunitas. Sanksi pelanggaran etika meliputi sanksi sosial yaitu skala relatif kecil, dipahami sebagai kesalahan yang dapat dimaafkan dan sanksi hukum yaitu skala besar, merugikna hak pihak lain.

Moral merupakan sesuatu yang mendorong orang untuk melakukan kebaikan sedangkan etika bertindak sebagai rambu-rambu yang merupakan kesepakatan secara rela dari semua anggota suatu kelompok. Dunia bisnis yang bermoral akan mampu mengembangkan etika yang menjamin kegiatan bisnis yang seimbang, selaras, dan serasi.

Etika sebagai rambu-rambu dalam suatu kelompok masyarakat akan dapat membimbing dan mengingatkan anggotanya kepada suatu tindakan yang terpuji (good conduct) yang harus selalu dipatuhi dan dilaksanakan. Etika di dalam bisnis sudah tentu harus disepakati oleh orang-orang yang berada dalam kelompok bisnis serta kelompok yang terkait lainnya

Demi mewujudkan etika dalam berbisnis perlu pembicaraan yang transparan antara semua pihak, baik pengusaha, pemerintah, masyarakat maupun bangsa lain agar jangan hanya satu pihak saja yang menjalankan etika sementara pihak lain berpijak kepada apa yang mereka inginkan. Artinya kalau ada pihak terkait yang tidak mengetahui dan menyetujui adanya etika moral dan etika, jelas apa yang disepakati oleh kalangan bisnis tadi tidak akan pernah bisa diwujudkan. Jadi, jelas untuk menghasilkan suatu etika didalam berbisnis yang menjamin adanya kepedulian antara satu pihak dan pihak lain tidak perlu pembicaraan yang bersifat global yang mengarah kepada suatu aturan yang tidak merugikan siapapun dalam perekonomian.

Dalam menciptakan etika bisnis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain ialah (1) Pengendalian diri artinya, pelaku-pelaku bisnis dan pihak yang terkait mampu mengendalikan diri mereka masing-masing untuk tidak memperoleh apapun dari siapapun dan dalam bentuk apapun. (2) Pengembangan tanggung jawab sosial (social responsibility) pelaku bisnis disini dituntut untuk peduli dengan keadaan masyarakat, bukan hanya dalam bentuk "uang" dengan jalan memberikan sumbangan, melainkan lebih kompleks lagi. (3) Mempertahankan jati diri dan tidak mudah untuk terombang-ambing oleh pesatnya perkembangan informasi dan teknologi berarti etika bisnis anti perkembangan informasi dan teknologi, tetapi informasi dan teknologi itu harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kepedulian bagi golongan yang lemah dan tidak kehilangan budaya yang dimiliki akibat adanya tranformasi informasi dan teknologi. (4) Menciptakan persaingan yang sehat persaingan dalam dunia bisnis perlu untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas, tetapi persaingan tersebut tidak mematikan yang lemah ataupun sebaliknya. (5) Menghindari sifat 5K (Katabelece, Kongkalikong, Koneksi, Kolusi dan Komisi) Jika pelaku bisnis sudah mampu menghindari sikap seperti ini, kita yakin tidak akan terjadi lagi apa yang dinamakan dengan korupsi, manipulasi dan segala bentuk permainan curang dalam dunia bisnis ataupun berbagai kasus yang mencemarkan nama bangsa dan negara.

Timbul dan berkembangnya profesi akuntan publik di suatu negara adalah sejalan dengan berkembangnya perusahaan dan berbagai bentuk badan hukum perusahaan di negara tersebut. Jika perusahaan-perusahaan di suatu negara berkembang sedemikian rupa sehingga tidak hanya memerlukan modal dari pemiliknya, namun mulai memerlukan modal dari kreditur, dan jika timbul berbagai perusahaan berbentuk badan hukum perseroan terbatas yang modalnya berasal dari masyarakat, jasa akuntan publik mulai diperlukan dan berkembang. Dari profesi akuntan publik inilah masyarakat kreditur dan investor mengharapkan penilaian yang bebas tidak memihak terhadap informasi yang disajikan dalam laporan keuangan oleh manajemen perusahaan.

Profesi akuntan publik menghasilkan berbagai jasa bagi masyarakat, yaitu jasa assurance, jasa atestasi, dan jasa nonassurance. Jasa assurance adalah jasa profesional independen yang meningkatkan mutu informasi bagi pengambil keputusan. Jasa atestasi terdiri dari audit, pemeriksaan (examination), review, dan prosedur yang disepakati (agreed upon procedure). Jasa atestasi adalah suatu pernyataan pendapat, pertimbangan orang yang independen dan kompeten tentang apakah asersi suatu entitas sesuai dalam semua hal yang material, dengan kriteria yang telah ditetapkan. Jasa nonassurance adalah jasa yang dihasilkan oleh akuntan publik yang di dalamnya ia tidak memberikan suatu pendapat, keyakinan negatif, ringkasan temuan, atau bentuk lain keyakinan. Contoh jasa nonassurance yang dihasilkan oleh profesi akuntan publik adalah jasa kompilasi, jasa perpajakan, jasa konsultasi.

Profesi akuntan publik bertanggung jawab untuk menaikkan tingkat keandalan laporan keuangan perusahaan-perusahaan, sehingga masyarakat keuangan memperoleh informasi keuangan yang andal sebagai dasar untuk memutuskan alokasi sumber-sumber ekonomi.

Setiap profesi yang menyediakan jasanya kepada masyarakat memerlukan kepercayaan dari masyarakat yang dilayaninya. Kepercayaan masyarakat terhadap mutu jasa akuntan publik akan menjadi lebih tinggi, jika profesi tersebut menerapkan standar mutu tinggi terhadap pelaksanaan pekerjaan profesional yang dilakukan oleh anggota profesinya. Aturan Etika Kompartemen Akuntan Publik merupakan etika profesional bagi akuntan yang berpraktik sebagai akuntan publik Indonesia. Aturan Etika Kompartemen Akuntan Publik bersumber dari Prinsip Etika yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Dalam konggresnya tahun 1973, Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) untuk pertama kalinya menetapkan kode etik bagi profesi akuntan Indonesia, kemudian disempurnakan dalam konggres IAI tahun 1981, 1986,1994, dan terakhir tahun 1998. Etika profesional yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia dalam kongresnya tahun 1998 diberi nama Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia.

Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia terdiri dari tiga bagian: (1) Prinsip Etika, (2) Aturan Etika, dan (3) Interpretasi Aturan Etika. Prinsip Etika memberikan kerangka dasar bagi Aturan Etika, yang mengatur pelaksanaan pemberian jasa profesional oleh anggota. Prinsip Etika disahkan oleh Kongres dan berlaku bagi seluruh anggota, sedangkan Aturan Etika disahkan oleh Rapat Anggota Himpunan dan hanya mengikat anggota Himpunan yang bersangkutan. Interpretasi Aturan Etika merupakan interpretasi yang dikeluarkan oleh Badan yang dibentuk oleh Himpunan setelah memperhatikan tanggapan dari anggota, dan pihak-pihak berkepentingan lainnya, sebagai panduan dalam penerapan Aturan Etika, tanpa dimaksudkan untuk membatasi lingkup dan penerapannya.

Referensi
Susanti, Beni. 2008. Modul Kuliah: Etika Profesi Akuntansi. Depok: Universitas Gunadarma



Selasa, 14 Januari 2014

Tugas 7 Dan Tugas 8 Resensi Buku Akuntansi Dan Film



Resensi Buku Akuntansi
“Pemeriksaan Akuntansi 1”

Judul            : Pemeriksaan Akuntansi 1
Pengarang    : Abdul Halim
Penerbit       : Universitas Gunadarma
Tebal            : 167 halaman

Akuntansi mempunyai hubungan yang saling berkesinambungan dengan pemeriksaan akuntansi atau yang lebih sering disebut auditting. Pemeriksaan akuntansi / auditing merupakan suatu pemeriksaan yang dilakukan secara kritis dan sistematis, oleh pihak yang independen, terhadap laporan keuangan yang telah disusun oleh manajemen, beserta catatan-catatan pembukuan dan bukti-bukti pendukungnya, dg tujuan untuk dapat memberikan opini mengenai kewajaran laporan keuangan tersebut.

Buku Pemeriksaan Akuntansi 1 ini merupakan salah satu dari serangkaian seri diktat kuliah yang diterbitkan penerbit Gunadarma. Buku ini diperuntukkan bagi mahasiswa jurusan akuntansi yang tengah mengikuti perkuliahan mata kuliah pemeriksaan akuntansi 1, baik untuk mahasiswa jenjang diploma tiga maupun strata satu. Buku ini terdiri dari 8 bab pembahasan dan untuk mempermudah pemahaman mahasiswa pada akhir tiap bab, disajikan latihan soal serta pemecahannya.

Topik – topik pembahasan dari tiap bab yaitu meliputi :
BAB 1        Auditing Dan Profesi Akuntan Publik
                   Jenis Pemeriksaan Akuntan
                   Tipe / Jenis Akuntan
                   Profesi Akuntan Publik
                   Pertanyaan Dan Penyelesaian

BAB 2  Teori, Konsep Dasar, Standar (Norma), Materialitas Dan Resiko Pemeriksaan
                   Norma Pemeriksaan Yang Diterima Umum
                   Pertanyaan Dan Penyelesaian

BAB 3        Pemeriksaan Laporan Keuangan
                   Manfaat Pemeriksaan Yang Bersifat Ekonomis
                   Hubungan-Hubungan Yang Harus Dipertahankan Oleh Akuntan Pemeriksa
                   Dapat Terujinya Data Laporan Keuangan
                   Hubungan Akuntansi Dan Auditing
                   Jenis-Jenis Pendapat Akuntan
                   Kesalahan Dan Penyimpangan
                   Review Pemeriksaan Laporan Keuangan
                   Pertanyaan Dan Penyelesaian

BAB 4        Menerima Dan Merencanakan Pemeriksaan
                   Menerima Penugasan
                   Pengawasan Pemeriksaan
                   Pertanyaan Dan Penyelesaian

BAB 5        Bukti Pemeriksaan
                   Tipe/Jenis Bukti Pemeriksaan
                   Prosedur Pemeriksaan
                   Evaluasi Bukti
                   Pengujian Substantive
                   Pertanyaan Dan Penyelesaian

BAB 6        Kertas Kerja
                   Kerta Kerja Dan Norma Pemeriksaan
                   Hal-Hal Yang Harus Diperhatikan Dalam Membuat Kerta Kerja
                   Jenis-Jenis Kertas Kerja
                   Keterkaitan Antar Kertas Kerja
                   Membuat Kertas Kerja
                   Susunan Kertas Kerja
                   Pengarsipan Kerta Kerja
                   Pertanyaan Dan Penyelesaian

BAB 7        Struktur Pengendalian Internal
                   Pengertian
                   Pentingnya Pengendalian Internal
                   Kandungan SPI
                   Elemen SPI
                   Konsep Dasar
                   Identifikasi Sasaran Pengendalian
                   Mempelajari Dan Mengevaluasi Elemen
                   Struktur Pengendalian Internal
                   Pertanyaan Dan Penyelesaian

BAB 8        Pemeriksaan Sistem Elektronik Data Processing
                   Pertanyaan Dan Penyelesaian




Resensi Film
“ Laskar Pelangi ”
Pemain            :

·         Ikal (Zulfani),
·         Lintang (Ferdian),
·         Mahar (Veris Yamarno),
·         Ibu Muslimah (Cut Mini),
·         Pak Harfan (Ikranagara),
·         Pak Mahmud (Tora Sudiro),
·         Zulkarnaen (Slamet Rahardjo),
·         Bapak Ikal (Mathias Muchus),
·          Ibu Ikal (Rieke Diah Pitaloka),
·         Ikal Dewasa ( Lukman Sardi ),
·          Lintang Dewasa (Ario Bayu),
·         Pak Bakri (Teuku Rifnu Wikana),
·         Bapak Lintang (Alex Komang),
·         Istri Pak Harfan (Jajang C.Noer),
·         Ayah A Ling (Roby Tumewu),
·         Kucai ( Yogi Nugraha),
·         Syahdan (M. Syukur Ramadan),
·         A Kiong (Suhendri),
·         Borek (Febriansyah),
·         Trapani (Suharyadi),
·         Harun (Jefry Yanuar),
·         Sahara (Dewi Ratih Ayu),
·         Flo (Marcella),
·         A Ling (Levina)


Produser         : Mira Lesmana

Sutradara       : Riri Riza

Durasi             : 125 Menit

Rilis Perdana : September 25, 2008

Genre             : Drama

Produksi         : MILES FILMS & MIZAN PRODUCTION

Sinopsis           : Sebuah film yang merupakan adaptasi dari sebuah novel berjudul “Laskar Pelangi” karya Andrea Hirata. Berawal dari Ikal yang diperankan oleh Lukman Sardi ( anak asli Pulau Belitong ) yang berkunjung ke kampung halamannya. Ia mengantarkan cerita pada masa kecil di pulau tersebut, cerita tentang pertama kalinya ia masuk sekolah SD Muhammadiyah. Kelas baru yang berusaha dibuka oleh 2 orang guru yang hebat bu Muslimah & pak Harfan, sekolah yang memiliki syarat untuk membuka sekolah tersebut dimana harus memiliki 10 orang murid. Saat itu masih hanya 9 orang, kemudian harun yang menyelamatkan anak-anak yang ingin bersekolah sebagai siswa yang ke-10. Maka terbentuklah Laskar Pelangi dari 10 orang murid itu yang terdiri dari Ikal, Lintang, Mahar, Borek, A-Kiong, Kucai, Syahdan, Borek, Trapani, Sahara dan Harun.
5 tahun bersama bu muslimah, pak harfan, dan ke-10 anak Laskar Pelangi itu banyak melawati aral melintang. Namun dengan keunikan dan keistimewaan anak-anak tersebut membuat alur cerita lebih seru.
Banyak cerita yang membuat saya tertawa, seperti saat adegan ikal yang jatuh cinta kepada a-ling, hanya melihat tangan a-ling hatinya langsung berbunga-bunga. Saat mahar menghibur menghibur ikal dengan nyanyian bunga seroja dan diiringi tarian anak-anak laskar pelangi, itu merupakan adegan yang membuat saya tertawa terbahak-bahak. Adegan yang menurut saya menegangkan adalah saat lomba cerdas cermat, dimana seorang lintang yang telat karena di perjalanan ada seekor buaya yang berada di jalan sehingga ia tidak bisa lewat.
Film ini berceritakan tentang bagaimana anak-anak di salah satu pulau terindah di Indonesia. Dimana mereka harus berjuang untuk bersekolah. Cerita ke-10 anak Laskar Pelangi yang terus berjuang untuk menggapai mimpi mereka, serta keindahan persahabatan yang menyelamatkan hidup manusia.