Sabtu, 06 Desember 2014

Job Seeker Or Job Creator

Nama   : Agita Widianti
NPM   : 20211314
Kelas   : 4EB05
Tugas 4
Job Seeker Or Job Creator
Job seeker yaitu orang yang sedang mencari pekerjaan atau dengan kata lain bisa disebut pengangguran. Pengangguran bukan hanya menjadi salah satu masalah yang dihadapi oleh negara Indonesia, melainkan di negara-negara besar pun masalah pengangguran merupakan masalah yang harus dibenahi oleh pemerintah. Di Indonesia sendiri mencari pekerjaan tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Tingkat pengangguran di negara Indonesia mencapai 7,39 juta orang per Agustus 2014 dimana diantaranya berasal dari yang tidak bekerja, lulusan SMP, lulusan SMA/SMK dan lulusan Sarjana hal tersebut menjadikan negara Indonesia menempati peringkat ke 133 sebagai Negara penghasil pengagguran. Dari keempat sumber pengangguran di atas dapat dipastikan lulusan sarjana yang memiliki angka pengangguran paling tinngi.

Penyebab dari pengangguran itu sendiri dapat disebabkan banyak hal seperti minimnya jumlah lapangan kerja yang tersedia, kemiskinan, pendidikan yang rendah, kurangnya kemampuan diri, urbanisasi, banyaknya perusahaan yang melakukan PHK, dan masih banyak yang lainnya. Biasanya pengangguran di dominasi pada usia-usia muda dan usia – usia produktif tenaga kerja yaitu sekitar umur 15 - 64 tahun.

Dampak dari pengangguran itu sendiri adalah mengakibatkan tingginya tingkat inflasi yang ada di Indonesia. Hal tersebut dikarenakan tingkat penawaran tidak seimbang dengan tingkat permintaan barang dan jasa. Tingginya laju inflasi di Indonesia lebih banyak dipengaruhi oleh sektor rill, bukan hanya dari sektor moneter. Selain itu dengan banyaknya pengangguran yang ada di Indonesia mengakibatkan tingginya angka kriminalitas serta gejolak sosial dan politik dan angka meningkatnya kemiskinan. Pengangguran juga merupakan objek yang merugikan karena setiap harinya mereka tetap memerluka air, makan, listrik untuk kebutuhan hidupnya. Sementara dirinya sendiri tidak dapat menghasilkan uang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Kenyataan menunjukkan bahwa masalah pengangguran merupakan masalah yang berdampak buruk pada aktivitas perekonomian masyarakat, baik pada kegiatan produksi, distribusi, maupun konsumsi. Oleh sebab itu, usaha-usaha untuk mengatasi pengangguran harus dilakukan secara terus-menerus. Seperti contohnya sebagai berikut:
a. Meningkatkan kualitas pendidikan, sehingga para lulusan sudah siap pakai untuk menjadi tenaga yang terampil.
b. Meningkatkan kualitas tenaga kerja, dengan memberikan pendidikan keterampilan melalui pendidikan formal dan nonformal.
c. Memberikan kesempatan kerja ke luar negeri, melalui penyaluran Tenaga Kerja Indonesia (TKI).
d. Mendorong tumbuh kembangnya usaha-usaha atau industry rumah tangga.
e. Memberikan peranan KB untuk menekan laju pertumbuhan penduduk.
f. Memperluas kesempatan kerja, dengan membuka lapangan kerja baru, baik di bidang pertanian, industri, perdagangan, maupun jasa atau bisa disebut dengan job creator.

Job creator merupakan seseorang atau badan yang menyediakan lapangan pekerjaan. Bukan hanya pemerintah yang seharusnya menyedikan lapangan pekerjaan atau membuka lapangan kerja baru, sebut saja seperti pengusaha sebaikya mereka melebarkan sayap usahanya agar tercipta lapangan pekerjaan baru bagi para pengangguran yang ada, seperti membuka cabang usaha baru atau membuka usaha franchise. Dengan demikian pengangguran yang ada di Indonesia dapat terminimalisir sedikit demi sedikit.

Pada era globalisasi saat ini menjadi seorang job creator atau yang bisa juga disebut sebagai wirausahawan tidak sulit dan tidak harus memerlukan modal yang banyak. Jumlah pengusaha di Indonesia masih jauh dibawah angka ideal. Saat ini rasio pengusaha di Indonesia hanya sekitar 1,6% saja. Padahal idealnya sebuah negara maju haruslah memiliki rasio pengusaha di atas 5%. Dari 1,6% itu jumlah pengusaha yang berusia dibawah 40 tahun hanya 0,8%. Oleh karena itu banyak sekolah tinggi atau universitas yang ada di Indonesia mulai memberikan mata kuliah kewirausahaan bagi para mahasiswanya. Hal tersebut bertujuan untuk menumbuhkan jiwa wirausahawan pada generasi muda dan untuk mempersiapkan mahasiswanya dalam memasuki dunia yang sesungguhnya. Setidaknya pada saat mahasiswa tersebut menjadi sorang sarjana dan belum mendapatkan pekerjaan mereka dapat menjadi seorang wirausahawan. Dengan menjadi wirausahawan setidaknya kita dapat mengurangi tingkat pengangguran yang ada di Indonesia.

Survey membuktikan 67% masyarakat Indonesia menggunakan teknologi internet dan 90% menggunakan sosial media untuk berkomunikasi seperti twitter, facebook, path, instagram dll. Dengan adanya hal tersebut maka saat ini sudah banyak yang melakukan perdagangan elektronik. Kita bisa dengan mudah berdagang dan mempromosikan produk yang kita buat. Hal tersebut dikenal dengan istilah online shop atau bahasa kerennya adalah e-commerce. Dengan adanya e-commerce ini dapat membantu pemerintah dalam mengurangi tingkat pengangguran yang ada di negara Indonesia.

Banyak keuntungan yang dapat diperoleh dari e-commerce diantaranya yaitu pengkodean data transaksi secara elektronik dan otomatis, penghematan biaya dengan adanya pemesanan otomatis, dan biaya overhead yang murah. Sedangkan keuntungan bagi konsumen yaitu tidak perlu mengantri untuk mengetahui informasi tentang produk, transaksi berbasis web dienkripsi sehingga meningkatkan keamanan, mendapatkan informasi tentang produk secara lebih luas. Namun disamping keuntungan yang didapat perdagangan e-commerce juga memberikan dampak negative yaitu adanya penipuan baik dari pihak konsumen maupun produsen, barang yang di pesan tidak sesuai harapan konsumen karena tidak dapat melihat langsung dari produk tersebut, dan adanya hacker dari sistem penjualan.

Melihat situasi serta kondisi yang dilematis di Indonesia tentang pengangguran, jika saya boleh memilih setelah lulus saya ingin menjadi seorang job creator. Dengan menjadi seorang wirausahawan kita dapat mengeksplore kemampuan yang ada di dalam diri kita serta dapat menyalurkan hobbi yang dimilikin oleh diri kita. Akan tetapi saya menyadari menjadi seorang pengusaha tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Butuh banyak belajar untuk mendalami ilmu tersebut. Butuh jiwa yang besar dalam menghadapi segala kondisi yang akan menimpa usaha yang kita jalani.

Oleh karena itu kita sebagai generasi muda yang akan meneruskan perjuangn bangsa ini harus selalu meningkatkan kualitas yang ada pada diri kita. Dengan kualitas diri yang kita miliki kita dapat dengan mudah menggenggam dunia ini menjadi milik kita. Teruskan mimpi kalian baik itu menjadi wirausahawan maupun menjadi seorang pekerja kantor. Semoga dengan menjadi wirausahawan dapat membentu pemerintah dalam mengatasi masalah pengangguran dan sadarlah bahwa menjadi pengangguran sangatlah rugi.


    



Tidak ada komentar:

Posting Komentar